““Alam
Tidak Akan Menghianati Jiwa-Jiwa yang Mencintainya..”
”
|
Catatan Perjalanan. Posko – Cikuray – Posko.
Akhirnya
Mabim GH akan segera dimulai, Gunung Cikuraylah tujuan kami walaupun sebenernya
Cikuray bukan destinasi utama yang kita rencanakan. Awalnya kita berencana ke
Gunung Ciremai, daerah Kuningan, tapi dengan kondisi cuaca yang sedang kurang
bersahabat mengakibatkan Ciremai ditutup. Yap! H-1 sebelum keberangkatan kita
cari gunung lain untuk disambangi. Dan Alhamdulillah, berjodoh dengan Cikuray,
kecup dulu ah =*. Tapi sayang, kita kurang satu personil. Norit ga bisa ikut.
Ya, alasan yang klasik. Kuliah sabtu. Awalnya ada rencana untuk diundur, tapi
melihat kondisi minggu berikutnya yang kemungkinan tidak lebih baik, yo wes,
rek kumaha deui. Akhirnya kita berangkat.
Jumat malam, 17 Januari 2014.
Bermodalkan manper tahun lalu, kita
bersiap-siap. Namun sayang, awal yang kurang baik. Beberapa jam menuju
keberangkatan kita belum selesai packing. Padahal direncananya H-1 kita sudah
siap. Jangan dicontoh ya.
19.55 Angkot sudah siap kita sesaki.
Sebelum berangkat, kita berdoa bersama. Dipimpin oleh Gelut selaku pemimpin
kami dalam perjalanan. Juga mendapat beberapa wejangan dari Ibu Ketum. Hap! 10 siswa + 4 pendamping siap berangkat!.
Sebelumnya kita foto bersama dulu. Di foto ini masih ada Norit.
20.04 Deru knalpot mulai terdengar
beriringan dengan rodanya yang berputar membawa kami dalam badannya
meninggalkan posko. Tujuan awal kami Lebak Bulus, tapi menurut Abang supir,
udah ga ada bis luar kota di terminal itu. Akhirnya kita memutuskan mencari bis
di tempat lain, daerah Ciputat. Alhamdulillah, diperjalanan ternyata kita
melewati pool bis Prima Jasa, terima kasih kepada Kak Gengkis (bener ga
nulisnya?) yang melihatnya pertama kali. Sangat disarankan bagi yang mau keluar
kota ke sini. Kita naik langsung di poolnya, mungkin karena naik langsung dari
pool, bisnya masih kosong, jadi kita bisa bebas memilih tempat duduk. Highly
recommended buat yang mau jalan ke Garut.
““Tak
ada puncak gunung yang lebih tinggi dari mata kaki
”
|
Sabtu, 18
Januari 2014
02.55 Touchdown Garut! Di depan Masjid
Tarogong kami turun, tidak lama berselang datanglah Mang Deden si supir pick up
yang sudah menunggu kami beberapa jam, dia orang yang kami hubungi sebelumnya
untuk mengantar kami ke pemancar. Tempat kami akan memulai pendakian. Ini dia
penampakannya.. peace mang J
03.13 Pick up
mulai bergerak menuju pemancar, kucup dingin, di tambah dengan gerimis turun di
tengah perjalanan. Brrr. Di titik akhir menuju pemancar, mobilnya nggak kuat,
akhirnya kami turun, kecuali Rumput yang belum sempat turun karena Mang Deden
langsung tancap gas lagi, untung ga jatuh.
04.00 Sampai di pemancar. Kenapa disebut
pemancar? Karena di sini adalah titik pemancar beberapa stasiun televisi
terkemuka tanah air yang pasti sudah kalian kenal saudara-saudara.
04.30 Adzan Subuh berkumandang. Kita sudah
siap masak, menu pertama nasi + mie. masak, cowo turun dikit untuk solat. Kita
ternyata rombongan ketiga yang sampai disini. 
Selamat datang Kak Teplok!
05.55
Personil
perjalanan bertambah satu senior nih. Menurut info yang kami dapat, Kak Teplok
seangkatan sama Kak Sundul. Beliau sekarang kerja di Balikpapan dan sedang ada
diklat di Jakarta. Di beliin gorengan sama Kak Teplok buat nambah lauk, makasih
Kak. Sebelum makan belum lengkap rasanya jika melewatkan sesi foto foto hehehe…
““Look
deep into nature, and then you will understand everything better”
|
07.45 Kita daftar dulu ya, biar di data
sama pengurus di sini. Selang beberapa menit, pendataan selesai. Mari mendaki!
08.25 Kita berpapasan sama rombongan yang
berangkat lebih dulu dari kita. Ternyata mereka nge-camp dulu. Dikirain
langsung lanjut.
Sedikit
ngos-ngosan nih startnya, ayo semangat! Istirahat dulu deh 5 menit.
08.55 Haus kakak hauussss. Iya iya,
berhenti dulu bentar deh buat minum.
09.15 Pos 2! Alhamdulillah masih sesuai
target. Kita bikin target disesuaikan sama manper Cikuray tahun 2012. Ayo
Abeng! Semangat!
Ketemu
pendaki yang baru aja turun. Kami dapat informasi jarak pos 2-3 paling jauh,
dan dari pos 3 ke sana jalannya mulai curam. Hmm. Tetap semangat!
Catetan pos to pos sederhananya gini:
09.28 – 10.15 Lanjut
tracking,
10.15 – 10.27 Tiba
di pos 3, istirahat
10.27 – 10.57 Lanjut
tracking,
10.57 – 11.10 Tiba
di pos 4, istirahat
11.10 – 11.20 Lanjut
tracking
11.20 – 11.27 Tiba
di pos 5, istirahat
11.27 – 11.47 Lanjut
tracking
11.47 – 11.54 Tiba
di pos 6 ( puncak bayangan )
““The
beauty start when the roads end”
”
|
Benar
saja, perjalanan pos 3-4-5 cukup sulit, karena kami dipaksa menggunakan tangan.
Jas hujan Banglon pun jadi saksinya. Jas hujan pinjaman itu sobek dengan
indahnya, karena tidak mampu menahan gerakan lincah anggota kita yang satu ini
(keliatan banget kan siapa yang nulis?)
Pos
6! Puncak bayangan. Semakin semangat dong ya? Hap-hap-hap!
13.25 Puncak!
Akhirnya kita sampai di negeri lindungan kabut. Ya. Berkabut sekali disini.
Kita ngecamp ngga pas di puncak banget. Ga ada pemecah anginnya. Kita ngecamp cuma
beberapa detik dari puncak, tapi terselamatkan dari tiupan angin kencang.
Alhamdulillah, belum ada yang ngecamp disitu. Kita naik cukup cepat. Lebih
cepat dibanding catatan manper yang kami bawa.. Foto-foto di puncak. Masih
berkabut cuy.
Ngecamp. Makan doloooo,, lagi lagi
si cendol yang harus memasak buat kita semua, semangat ndoll.. Ouch, Banglon demam. Ambil parasetamol lalu
tidur.
20.00 Dibangunin
Kak Pangki. Ngobrol-ngobrol sambil masak mie dan minuman hangat. Foto-foto lagi
yuk, bikin tulisan Stapala, tulisan norit juga buat norit yang nggak bisa ikut
perjalanan ke Cikuray kali ini, GH 14 yang sedikit kontroversi, karena Cendol
merubah huruf G menjadi B, yasudahlah.
Ada musang! Eh, bener kan musang? Tapi cuma bentar.
Langsung di usir.
Ada
yang baru datang, berusaha bikin tenda di puncak. Susah banget keliatannya.
Istirahat.
““it's
all about the journey, not destination”
”
|
Minggu, 19
Januari 2014
Pagi!
09.52 Langit
masih diselimuti kabut. Tenda yang di puncak pun tampil ga karuan. Pendaki
mulai banyak, tapi masih kosong. Ada pendaki pribumi yang nggak bawa
perlengkapan, Cuma bawa logistik tanpa peralatan lain. “mau survival aja”
begitu katanya. “survival itu harus bisa, tapi sebisa mungkin dihindari, bukan
didatangi” begitu kira-kira kata Kak Gengkis.
Masak terakhir selesai, hedon sekali
sarapan kami pagi ini wuiiihhhh
mantaaappppp…. sayang banyak yang terbuang.
Persiapan, hap! Mari kita turun saudara! Sebelum turun ritual seperti biasa
dolooo.. FOTO FOTO
10.36 Sampai di persimpangan antara
Cikajang dan Bayongbong. 2600 mpdl. Ada tanda yang di buat sama kakak-kakak
stapala. Tapi tulisan Stapala Stannya di coret.
10.55 Aki jatuh, selang beberapa saat
sepatu Kenal bermasalah.
11.25 2500 mdpl. Sepatu Rege bermasalah.
Solnya lepas.
11.54 Aki jatuh lagi. Cukup keras, pake
counterpain dulu.
11.58 Giliran Rumput yang jatuh. Jalannya
emang licin cuy.
12.00 Tali rafia tidak mampu menahan
gerakan kaki Rege bung. Lepas lagi.
12.32 2300 mdpl. Kak Kongo akhirnya ngasih
pinjem sepatunya ke Rege, lalu dia pake sendalnya Banglon kemudian berubah
menjadi ninja. Menghilang.
““There
are different stories on every journey”
”
|
13.30 Ngobrol sama warga sekitar. Katanya
tadi ada cewe lewat sini. Belok kanan, tapi kata panitia lurus. Gelut bingung.
Dan akhirnya memilih lurus.
13.41 Diuji panitia. Untung jalan yang
diambil bener, jadi ga usah balik lagi.
14.15 Yeah! Pamalayan! Molor sih, turunnya
kurang pada semangat nih.
14.38 Pickup datang, menuju pos buat
laporan kita udah turun. Ketemu Kak Kongo di sana.
15.28 Berangkat menuju terminal Guntur.
Huaa, pegel kaki kerasa nih waktu dibengkokin.
16.05 Sampai di Terminal Guntur. Turun.
Bersih-bersih, solat.
16.40 Kak Teplok pergi duluan karena harus
persiapan buat besok.
17.00 Makan di warung makan sebrang.
Ditraktir Kak Teplok.
17.30 Gelut dan Banglon ngecek bis Prima
Jasa. Bis terakhir dan sudah penuh.
17.45 Balik ke Terminal, naik bis Saluyu.
18.15 Bis sudah maju 100 meter dari
stasiun. Lalu berhenti lagi. Abeng digodain musisi lokal muda. Cieee.
18.42 Disuruh ganti bis. Parahlah. Untung
ga penuh bisnya.
18.45 Bis apa ya ini? Lupa. Topi gelut
ketinggalan di bis. Setelah 2 kali hamper hilang. Ternyata akhirnya hilang
juga. Ditambah hp yang masuk kedalam air, nasib barang-barang Gelut kurang
beruntung sepertinya. Mau ngehubungi angkot tapi nomornya nggak aktif
22.55 Sampai di Kampung Rambutan. Tapi
karena baru bangun, jadinya baru ngehubungi angkot waktu turun. Untung ada MU
vs Chelsea. Lumayan dapet satu babak.
23.50 Jalan ke depan stasiun, angkotnya
ogah masuk. Takut ditarikin duit sama preman sini kayaknya. Jalan santai sambil
ngabisin roti. Banglon asik nyampurin susu kental manis sama air minum
dimulutnya.
Senin, 21
Januari 2014
00.13 Perjalanan menuju Bintaro
00.41 Sampai posko. Rombongan terakhir yang
sampai. Disambut Teh (agak) manis. Enak, anget. Makasih Kak Pono! Oh iya, Norit
juga nungguin kita ternyata. Waah. Makasih ya.
Perizinan
Untuk
perijinan pendakian dari jalur Cilawu dilakukan di Pos Penjagaan di dekat
Pemancar dengan menulis buku log pedakian dengan menuliskan nama setiap rombongan
serta rencana pendakian dengan biaya masuk seiklasnya
Latihan Fisik
Untuk
menghadapi medan gunung Cikuray yang terbilang terjal latihan fisik kami
lakukan 6 kali seminggu dengan menu 1 hari circuit dan interval training dan 1
hari endurance lari 30 menit
Posko : Posko Stapala
Perumdos 23, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara