Wednesday, September 30, 2015

Catatan Perjalanan Cikuray, Januari 2014 (Mabim GH Stapala 2014)



““Alam Tidak Akan Menghianati Jiwa-Jiwa yang Mencintainya..”
CATATAN PERJALANAN
Catatan Perjalanan. Posko – Cikuray – Posko.
            Akhirnya Mabim GH akan segera dimulai, Gunung Cikuraylah tujuan kami walaupun sebenernya Cikuray bukan destinasi utama yang kita rencanakan. Awalnya kita berencana ke Gunung Ciremai, daerah Kuningan, tapi dengan kondisi cuaca yang sedang kurang bersahabat mengakibatkan Ciremai ditutup. Yap! H-1 sebelum keberangkatan kita cari gunung lain untuk disambangi. Dan Alhamdulillah, berjodoh dengan Cikuray, kecup dulu ah =*. Tapi sayang, kita kurang satu personil. Norit ga bisa ikut. Ya, alasan yang klasik. Kuliah sabtu. Awalnya ada rencana untuk diundur, tapi melihat kondisi minggu berikutnya yang kemungkinan tidak lebih baik, yo wes, rek kumaha deui. Akhirnya kita berangkat.

Jumat malam, 17 Januari 2014.
                        Bermodalkan manper tahun lalu, kita bersiap-siap. Namun sayang, awal yang kurang baik. Beberapa jam menuju keberangkatan kita belum selesai packing. Padahal direncananya H-1 kita sudah siap. Jangan dicontoh ya.
19.55           Angkot sudah siap kita sesaki. Sebelum berangkat, kita berdoa bersama. Dipimpin oleh Gelut selaku pemimpin kami dalam perjalanan. Juga mendapat beberapa wejangan dari Ibu Ketum.  Hap! 10 siswa + 4 pendamping siap berangkat!. Sebelumnya kita foto bersama dulu. Di foto ini masih ada Norit.

20.04           Deru knalpot mulai terdengar beriringan dengan rodanya yang berputar membawa kami dalam badannya meninggalkan posko. Tujuan awal kami Lebak Bulus, tapi menurut Abang supir, udah ga ada bis luar kota di terminal itu. Akhirnya kita memutuskan mencari bis di tempat lain, daerah Ciputat. Alhamdulillah, diperjalanan ternyata kita melewati pool bis Prima Jasa, terima kasih kepada Kak Gengkis (bener ga nulisnya?) yang melihatnya pertama kali. Sangat disarankan bagi yang mau keluar kota ke sini. Kita naik langsung di poolnya, mungkin karena naik langsung dari pool, bisnya masih kosong, jadi kita bisa bebas memilih tempat duduk. Highly recommended buat yang mau jalan ke Garut.
““Tak ada puncak gunung yang lebih tinggi dari mata kaki
21.06           Kita sudah berada di dalam bis. Siap-siap beristirahat sebelum petualangan dimulai. Markitdur!

Sabtu, 18 Januari 2014
02.55           Touchdown Garut! Di depan Masjid Tarogong kami turun, tidak lama berselang datanglah Mang Deden si supir pick up yang sudah menunggu kami beberapa jam, dia orang yang kami hubungi sebelumnya untuk mengantar kami ke pemancar. Tempat kami akan memulai pendakian. Ini dia penampakannya.. peace mang J


03.13         Pick up mulai bergerak menuju pemancar, kucup dingin, di tambah dengan gerimis turun di tengah perjalanan. Brrr. Di titik akhir menuju pemancar, mobilnya nggak kuat, akhirnya kami turun, kecuali Rumput yang belum sempat turun karena Mang Deden langsung tancap gas lagi, untung ga jatuh.
04.00           Sampai di pemancar. Kenapa disebut pemancar? Karena di sini adalah titik pemancar beberapa stasiun televisi terkemuka tanah air yang pasti sudah kalian kenal saudara-saudara.
04.30           Adzan Subuh berkumandang. Kita sudah siap masak, menu pertama nasi + mie. masak, cowo turun dikit untuk solat. Kita ternyata rombongan ketiga yang sampai disini.           
           Selamat datang Kak Teplok! 05.55
Personil perjalanan bertambah satu senior nih. Menurut info yang kami dapat, Kak Teplok seangkatan sama Kak Sundul. Beliau sekarang kerja di Balikpapan dan sedang ada diklat di Jakarta. Di beliin gorengan sama Kak Teplok buat nambah lauk, makasih Kak. Sebelum makan belum lengkap rasanya jika melewatkan sesi foto foto hehehe…
““Look deep into nature, and then you will understand everything better”
07.30           Kita sudah selasai sarapan. Siap berangkat! Eits, jangan buru-buru cuy. Mari pemanasan terlebih dahulu. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,Stapala!
07.45           Kita daftar dulu ya, biar di data sama pengurus di sini. Selang beberapa menit, pendataan selesai. Mari mendaki!
08.25           Kita berpapasan sama rombongan yang berangkat lebih dulu dari kita. Ternyata mereka nge-camp dulu. Dikirain langsung lanjut.
 08.40           Pos 1!
 Sedikit ngos-ngosan nih startnya, ayo semangat! Istirahat dulu deh 5 menit.

08.55           Haus kakak hauussss. Iya iya, berhenti dulu bentar deh buat minum.
09.15           Pos 2! Alhamdulillah masih sesuai target. Kita bikin target disesuaikan sama manper Cikuray tahun 2012. Ayo Abeng! Semangat!
            Ketemu pendaki yang baru aja turun. Kami dapat informasi jarak pos 2-3 paling jauh, dan dari pos 3 ke sana jalannya mulai curam. Hmm. Tetap semangat!

Catetan pos to pos sederhananya gini:
09.28 – 10.15                        Lanjut tracking,
10.15 – 10.27                        Tiba di pos 3, istirahat
10.27 – 10.57                        Lanjut tracking,
10.57 – 11.10                        Tiba di pos 4, istirahat
11.10 – 11.20                        Lanjut tracking
11.20 – 11.27                        Tiba di pos 5, istirahat
11.27 – 11.47                        Lanjut tracking
11.47 – 11.54                        Tiba di pos 6 ( puncak bayangan )

““The beauty start when the roads end”
            Selama perjalanan Kenal bikin video dokumentasi, kita liat nanti hasilnya seperti apa. Tapi kayaknya gj sih,hha.
            Benar saja, perjalanan pos 3-4-5 cukup sulit, karena kami dipaksa menggunakan tangan. Jas hujan Banglon pun jadi saksinya. Jas hujan pinjaman itu sobek dengan indahnya, karena tidak mampu menahan gerakan lincah anggota kita yang satu ini (keliatan banget kan siapa yang nulis?)
            Pos 6! Puncak bayangan. Semakin semangat dong ya? Hap-hap-hap!
            13.25 Puncak! Akhirnya kita sampai di negeri lindungan kabut. Ya. Berkabut sekali disini. Kita ngecamp ngga pas di puncak banget. Ga ada pemecah anginnya. Kita ngecamp cuma beberapa detik dari puncak, tapi terselamatkan dari tiupan angin kencang. Alhamdulillah, belum ada yang ngecamp disitu. Kita naik cukup cepat. Lebih cepat dibanding catatan manper yang kami bawa.. Foto-foto di puncak. Masih berkabut cuy.
Ngecamp. Makan doloooo,, lagi lagi si cendol yang harus memasak buat kita semua, semangat ndoll.. Ouch, Banglon demam. Ambil parasetamol lalu tidur.
          20.00        Dibangunin Kak Pangki. Ngobrol-ngobrol sambil masak mie dan minuman hangat. Foto-foto lagi yuk, bikin tulisan Stapala, tulisan norit juga buat norit yang nggak bisa ikut perjalanan ke Cikuray kali ini, GH 14 yang sedikit kontroversi, karena Cendol merubah huruf G menjadi B, yasudahlah. 

 





Ada musang! Eh, bener kan musang? Tapi cuma bentar. Langsung di usir.
            Ada yang baru datang, berusaha bikin tenda di puncak. Susah banget keliatannya.
            Istirahat.
““it's all about the journey, not destination”
 
Minggu, 19 Januari 2014
            Pagi!
        09.52     Langit masih diselimuti kabut. Tenda yang di puncak pun tampil ga karuan. Pendaki mulai banyak, tapi masih kosong. Ada pendaki pribumi yang nggak bawa perlengkapan, Cuma bawa logistik tanpa peralatan lain. “mau survival aja” begitu katanya. “survival itu harus bisa, tapi sebisa mungkin dihindari, bukan didatangi” begitu kira-kira kata Kak Gengkis.
          Masak terakhir selesai, hedon sekali sarapan kami pagi ini wuiiihhhh mantaaappppp…. sayang banyak yang terbuang. Persiapan, hap! Mari kita turun saudara! Sebelum turun ritual seperti biasa dolooo.. FOTO FOTO
10.36           Sampai di persimpangan antara Cikajang dan Bayongbong. 2600 mpdl. Ada tanda yang di buat sama kakak-kakak stapala. Tapi tulisan Stapala Stannya di coret.
10.55           Aki jatuh, selang beberapa saat sepatu Kenal bermasalah.
11.25           2500 mdpl. Sepatu Rege bermasalah. Solnya lepas.
11.54           Aki jatuh lagi. Cukup keras, pake counterpain dulu.
11.58           Giliran Rumput yang jatuh. Jalannya emang licin cuy.
12.00           Tali rafia tidak mampu menahan gerakan kaki Rege bung. Lepas lagi.
12.32           2300 mdpl. Kak Kongo akhirnya ngasih pinjem sepatunya ke Rege, lalu dia pake sendalnya Banglon kemudian berubah menjadi ninja. Menghilang.

““There are different stories on every journey”
12.40           Kak Sundul kayaknya nyari Kak Kongo, Kak Pangki di belakang sama Kak Teplok, kita didampingi sama Kak Gengkis
13.30           Ngobrol sama warga sekitar. Katanya tadi ada cewe lewat sini. Belok kanan, tapi kata panitia lurus. Gelut bingung. Dan akhirnya memilih lurus.
13.41           Diuji panitia. Untung jalan yang diambil bener, jadi ga usah balik lagi.
 
14.15           Yeah! Pamalayan! Molor sih, turunnya kurang pada semangat nih.
14.38           Pickup datang, menuju pos buat laporan kita udah turun. Ketemu Kak Kongo di sana.
15.28           Berangkat menuju terminal Guntur. Huaa, pegel kaki kerasa nih waktu dibengkokin.
16.05           Sampai di Terminal Guntur. Turun. Bersih-bersih, solat.
16.40           Kak Teplok pergi duluan karena harus persiapan buat besok.
17.00           Makan di warung makan sebrang. Ditraktir Kak Teplok.
17.30           Gelut dan Banglon ngecek bis Prima Jasa. Bis terakhir dan sudah penuh.
17.45           Balik ke Terminal, naik bis Saluyu.
18.15           Bis sudah maju 100 meter dari stasiun. Lalu berhenti lagi. Abeng digodain musisi lokal muda. Cieee.
18.42           Disuruh ganti bis. Parahlah. Untung ga penuh bisnya.
18.45           Bis apa ya ini? Lupa. Topi gelut ketinggalan di bis. Setelah 2 kali hamper hilang. Ternyata akhirnya hilang juga. Ditambah hp yang masuk kedalam air, nasib barang-barang Gelut kurang beruntung sepertinya. Mau ngehubungi angkot tapi nomornya nggak aktif
22.55           Sampai di Kampung Rambutan. Tapi karena baru bangun, jadinya baru ngehubungi angkot waktu turun. Untung ada MU vs Chelsea. Lumayan dapet satu babak.
23.50           Jalan ke depan stasiun, angkotnya ogah masuk. Takut ditarikin duit sama preman sini kayaknya. Jalan santai sambil ngabisin roti. Banglon asik nyampurin susu kental manis sama air minum dimulutnya.

Senin, 21 Januari 2014
00.13           Perjalanan menuju Bintaro
00.41           Sampai posko. Rombongan terakhir yang sampai. Disambut Teh (agak) manis. Enak, anget. Makasih Kak Pono! Oh iya, Norit juga nungguin kita ternyata. Waah. Makasih ya.

Perizinan
            Untuk perijinan pendakian dari jalur Cilawu dilakukan di Pos Penjagaan di dekat Pemancar dengan menulis buku log pedakian dengan menuliskan nama setiap rombongan serta rencana pendakian dengan biaya masuk seiklasnya

Latihan Fisik
                Untuk menghadapi medan gunung Cikuray yang terbilang terjal latihan fisik kami lakukan 6 kali seminggu dengan menu 1 hari circuit dan interval training dan 1 hari endurance lari 30 menit

Posko : Posko Stapala
Perumdos 23, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara